Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja

Cara Membesarkan Bisnis Tanpa Beriklan, Apakah Mungkin?

Diposkan: 21 Jan 2018 11:47:44 AM Dibaca: 10134 kali


zara

Menurut Anda, apakah ada merek papan atas yang tidak beriklan? Sebagian besar dari kita pasti menganggap bahwa iklan adalah alat marketing communications yang paling efektif. Kalau tidak beriklan, mungkinkah sebuah merek bisa menjadi terkenal dan besar?

Pertanyaan ini pernah muncul dalam diskusi kelas marketing communication LSPR Jakarta, saat membahas tentang perancangan pesan dalam marketing communications.

Dalam diskusi tersebut pembicara bertanya pada seorang mahasiswa, “Apakah Anda seorang penggemar Starbucks?” Mahasiswa ini menjawa “Ya”. Tapi apakah kita pernah melihat iklan Starbucks?

 

Kalau kita perhatikan, nama Starbucks sering tercantum di media utama, namun ternyata yang beriklan bukanlah Starbucks. Ini adalah bentuk co-branding Starbucks dengan bank lokal, misalnya penawaran kartu kredit. Dalam posisi ini, Starbucks lebih kepada ingredient brandnya.

Besar Tanpa Beriklan ala Zara

Sebagian besar dari kita pasti sudah mengenal brand Zara. Ini merupakan brand pembuat busana kelas menengah asal Spanyol yang kini menjadi merek ritel fashion terbesar di dunia. Pada tahun 2012 silam, perusahaan induk Zara – Inditex – telah memiliki lebih dari 5.900 termasuk lebih dari 2.000 di Spanyol. Ketika Eropa mengalami resesi beberapa tahun yang lalu, brand Zara justru naik ke puncak bisnis fashion dunia.

 

Uniknya, ternyata Zara tumbuh besar menjadi brand fashion ternama dengan sedikit atau bahkan tanpa kampanye pemasaran oleh mereka sendiri. Zara juga tidak terlalu sering nge-tweet. Ini bukanlah sesuatu yang sebagaimana bisnis retail lainnya lakukan.

Menurut keterangan dari New York Times, Zara bahkan tidak punya divisi pemasaran dan tidak terlibat dalam kampanye mencolok, seperti yang sering dilakukan oleh pesaingnya yang bekerjasama dengan perancang busana terkenal seperti Stella McCartney, Karl Lagerfeld, Martin Margiela dan Marni.

Zara tidak menjalin kemitraan dengan desainer papan atas, dan tidak mencoba memberi produknya dengan label kelas atas. Perancang busana Zara benar-benar anonim, beberapa orang mengatakan ini karena mereka lebih berperan sebagai mesin fotokopi daripada perancang.

Pemasaran Inditex (perusahaan induk) memang benar-benar seperti bisnis real estate. Perusahaan melakukan investasi besar-besaran dalam keindahan, daya tarik kesejarahan dan lokasi toko-tokonya.

Pendiri Zara, Mr Ortega Gaona, termasuk dalam daftar salah satu orang terkaya di dunia. Ia tidak suka diwawancara. Demikian pula dengan penggantinya, Pablo Isla. Perwakilan PR yang berbicara dengan The New York Times menolak memberikan namanya karena peraturan “kerendahan hatian” sang majikan.

 

Perusahaan bahkan tidak membuat iklan yang benar, tidak ada iklan sama sekali. Meski reputasinya tidak dibangun melakukan periklanan, sebenarnya Zara banyak “beriklan”. Pertama, Zara mendapat banyak perhatian melalui promosi dari mulut ke mulut. Menurut penelitian, para pelanggan dan pengguna tidak malu memberitahu mereka tentang Zara kepada teman-temannya. Zara juga mendapatkan keuntungan dari dukungan para selebriti yang dianggap sebagai ahli mode, Duchess of Cambridge salah satunya.

Kalau Tidak Beriklan, Lalu Apa yang Dilakukan Zara?

Lalu bagaimana Zara bisa menjadi besar? Sederhana. Mereka selalu mengikuti satu aturan: dengarkan suara pelanggan Anda, tanggapi dan berikan sesuatu sesuai dengan mereka inginkan. Zara tak pernah memberikan apa yang Zara katakana, tapi yang konsumen inginkan yang Zara berikan.

Zara menyediakan busana perancang dengan harga terjangkau karena memiliki sistem informasi pemasaran yang efektif. Mereka seakan menangkap desain mode dari panggung catwalk atau konser dan membawanya ke toko mereka dengan sangat cepat.

Bagaimana bisa? Semua itu Zara dapatkan dari umpan balik yang diberikan pembeli dan Zara memperbaiki masalah yang pelanggan sampaikan dengan cepat agar mereka tetap bahagia. Ini yang kemudian diceritakan pelanggannya ke teman-temannya. Di sini strategi word of mouthbekerja.

Semua pelanggan Zara mengatakan hampir semua produknya berkualitas layak dengan harga yang sederhana. Yang saya baca dari beberapa publikasi, informasinya semua produk Zara dirancang menyerupai kreasi rumah mode kelas atas.

Zara memantau tren di antara basis pelanggan di seluruh dunia dengan sangat hati-hati,  dan merespons dengan kecepatan dan ketepatan yang luar biasa. Setiap karyawannya dianjurkan untuk bertanya kepada pelanggan tentang apa yang mereka inginkan dan mencatat tanggapan mereka. Hebatnya, selera pelanggannya ternyata memiliki kemiripan baik yang di Tokyo, Manhattan, maupun Istanbul.

Produk Zara Cepat Laku karena Terbatas

Perancang Zara hanya membuat beberapa salinan dari setiap item. Tak semua sentuhan desain dari busana yang dilihat pelanggannya pada merek lain ditirunya, karena toh tak semua sentuhan desain perancang terkenal pun bisa diminati pelanggannya.

Karena itu tak mengherankan bila setiap lini produknya terjual dengan cepat begitu produk baru tiba di toko. Intinya, ketika pelanggan cerdas melihat barang menarik di Zara, dia tahu bahwa barang itu tidak akan lama dan harga tidak akan lebih rendah di tempat lain.

Setiap produk adalah “edisi terbatas.” Dengan cara seperti ini, Zara seakan menggiring pelanggannya masuk dalam pembelian impulsif. Ini adalah strategi yang brilian.

Dengan lebih 5000 toko di 77 negara yang berada di dekat toko high-end lainnya, shopsign Zara di gerai ritelnya mempromosikan merek Zara. Pakar mereknya memastikan untuk menghias setiap cabang dengan baik sehingga nama Zara tidak akan dikaitkan dengan estetika kelas bawah.

Pakar strateginya juga selalu menyarankan Zara membeli gedung di dekat butik kelas atas sehingga pembeli dapat melihat produk Zara yang lebih murah saat orang menjelajahi toko Gucci.

Ada yang mengatakan merek Zara tidak bisa bertahan karena tidak akan mampu mempertahankan keterjangkauannya dalam menghadapi kenaikan biaya produksi. Tapi saya meragukan itu. Anda mungkin tidak mengetahuinya setelah membalik-balik Vogue atau WWD, Zara saat ini menguasai dunia mode. Tidak percaya? Datang saja ke outletnya yang di Pondok Indah Mall 2 Jakarta Selatan.

sumber : https://www.maxmanroe.com/cara-membesarkan-bisnis-tanpa-beriklan.html


Tags

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Blog Search



ABOUT NARSIS

Narsis Digital Printing Terletak di Pusat Kota Medan

Bersebelahan dengan Kantor Walikota Medan

Berada Tepat di Pusat Perbelanjaan Grand Palladium Mall

Narsis Digital Printing Merupakan Sebuah Perusahaan yang Bergerak di Bidang

Produksi Merchandise, Souvenir dan Aneka Product Custom

Narsis juga Memberikan Kesempatan Bagi Narsis Mania yang Ingin Belajar Berwirausaha

Untuk Menjadi Reseller ataupun Membuka Usaha Sendiri dengan Mengikuti

Program Kemitraan Narsis Digital Printing

STORE 1

Jl. Kapten Maulana Lubis no. 8
Grand Palladium Mall
Lantai II Blok SS 31 No. 5 & 6 Medan
Sumatera Utara - Indonesia

Hp : 0821 6108 4420

STORE 2

Jl. Kapten Maulana Lubis no. 8
Grand Palladium Mall
Lantai II Blok SS 50 No. 1 & 2 Medan
Sumatera Utara - Indonesia

Hp : 0822 7777 2826

MANAGEMENT

Jl. Kapten Maulana Lubis no. 8
Grand Palladium Mall
Lantai II Blok SS 10 No. 1 - 7 Medan
Sumatera Utara - Indonesia

Hp : 0822 7220 7968

TESTIMONI

  • Bapak Irwan Surya
  • Alween Ong Perlahan kudekati dia dan bertanya beberapa hal, terkesan sekali dengan sikap nya yang bersahaja, ramah, penuh senyuman dan satu lagi kurasakan ketulusan dari seluruh jawaban jawabannya. Aku tak ragu, nurani berkata, aku bisa memulainya disini, dengan nya, Alween Ong. Lalu secara sekasama kami merencanakan pekerjaan pekerjaan yang kuinginkan, dan Alween melayaniku dengan teliti dan aku percaya aku dapat mempercayainya, instuisi berkata demikian. Dan memang untuk order pertama, aku puas dan aku tetap merasakan ketulusannya. Seketika aku terkesima dengannya, di balik balutan jilbabnya dan baju muslimnya yang khas, dia sangat lincah dan enjoyable, sapaannya hangat, dan sangat bersahabat, aku sangat menikmati bekerjasama dengannya. Kemudian di komunikasi kami berikutnya tak ragu aku menyapa dengan sayang, karena pikirku dia pantas jadi anakku, mungkin dia tak jauh beda dengan usia anak sulungku, aku melihat ketekunan dalam usaha yg dia kerjakan, aku merasakan kasih nya yg memberdayakan orang disabilitas, perlahan aku mengamati bagaimana dia memberi perintah pada pekerjanya yg ternyata tidak bisa bicara, bisu...dan dia tetap dengan senyuman dan guyonannya yang khas, aku suka caranya. Dan pekerjanya nyaman bekerja dengan caranya, dan aku melihat bagaimana dia sendiri coba melayani semua pelanggannya dengan cara yg sama dan kelincahannya, kegesitannya, membuatku terbang pada masa aku masih seusianya.. Memang sekarang bisa dikata aku tak muda lagi, 49 menjelang 50 tahun, sudah tualah atau sedikit tua juga boleh deh. Tetapi yg pasti masih ada banyak semangat yg ingin kutularkan pada anak anak ku, pada sahabat sahabatku yg seusiaku, yg mulai sakit sakitan dan merintih payah..... Jauh dalam benakku yang dulu pernah terbersit, kembali aku mengingatnya seketika kulihat Alween Ong dalam kesehariannya di toko kecilnya, tapi ya ampun....ordernya tidak terhitung. Kemudian pun lewat BBM dia tak sungkan berbagi banyak informasi denganku yang menunjukkan siapa dia dengan banyak kegiatannya, dia share dan mengajak teman teman perduli dengan pengungsi Rohingya, mengajak berbagi kasih dengan mereka, aku nyaman dengan " sharing" annya, dia share acara seminar seminar yang diadakan dimana dia juga berperan didalamnya, dia share pembentukan kepengurusan komunitas usaha dimana dia juga terlibat di dalamnya, aku merasakan setiap energi yang dikeluarkannya, dia mengingatkanku lagi pada masa aku masih sekuat dia. Dan...akhirnya aku memacu diriku mewujudkan kembali mimpiku yang tertunda, kupikir akupun pasti bisa memulainya sekarang di usia senjaku, dan aku putuskan untuk ambil kelasku, corel draw...ah senangnya, di hari pertama aku belajar design kartu nama, dan aku berhasil membuat kartu nama seperti yang aku pikirkan, masih sederhana pasti, aku masih jauh dari jago...tapi aku melihat gairahku untuk berkarya kembali berkobar, karena aku melihat kegesitan nya dan itu memacuku lagi. Aku bersyukur mengenal dia, dan aku berharap banyak anak muda anak bangsaku mau belajar darinya, kerja keras dan berjuang, itulah hidup sebenarnya. Dan dia melayani semua pelanggannya dengan senyum ketulusannya. Aku terkesan dengan kesederhanaannya, dan kealimannya yang tak dapat disembunyikannya, tapi dia tetap Indonesia. Perlahan sambil lalu aku bertanya : dibelakang namamu kenapa ada "Ong" nya....dengan sumringah dia menjawab ku, oh iya ibu...ayahku"cina" ....dia tidak menutupi siapa dia dibalik balutan baju panjang dan jilbabnya yang hangat membalut tubuhnya. Karena dia bekerja untuk dirinya, dan dia berjuang mengekspresikan dirinya sendiri tanpa tergantung kepada orang lain dan tidak akan pernah menganggu orang lain,dia berani dengan identitasnya. Dimasa reformasi yang kita agungkan ini, tapi yang membuat banyak orang kebablasan, bahkan anak bangsa sendiri pun tak lagi menghidupi kebhinekaan...kemajemukan Indonesia, aku bersyukur aku mengenal Alween Ong, aku bangga melihatnya, tanpa banyak bicara dia melakukan saja bagiannya, dan aku merasakan kasih dalam setiap gerakannya. Aku masih order ini dan itu, dan dia dengan sabar mencarikan untuk ku ini dan itu seperti yang kubutuhkan dan kuinginkan, dia berusaha bekerja tepat waktu dan harganya terjangkau....dia gak neko neko...dan aku tetap merasakan ketulusannya Dan sejauh ini, Alween Ong menyemangatiku lagi untuk belajar, belajar, dan menulisi lagi lembar lembarku yang lama tak kusapa, buktinya tulisanku ini, cukup enaklah buat dibaca..iyakan..iyakan....*senyum sendiri* Aku menulis catatan ku ini pukul 00.30 setelah aku menyelesaikan design 2 kartu nama, tadinya aku sudah berdoa dan merencanakan tidurku, tapi pikiranku menggelitiku untuk menulisi catatanku, dan aku duduk lagi dan mulai menuliskannya, menuliskan apa yang lewat di kepalaku sebelum nanti aku lupa. Terimakasih Alween...teruslah berkarya..memberdayakan kaum disabilitas, tersenyum ramah, kerja keras, murah hati dan bersedekah, minimal mimpiku menyeruak kepermukaan untuk kembali minta diwujudkan, entahpun tak sampai matang yang jelas aku sudah memulainya karena aku mengenal dan mengamati kegesitanmu. Jangan lupa makan ya....order boleh banyak, tapi kesehatanmu tetap yang utama Besok besok kalau aku sudah mahir, order boleh berbagikan...karena itu jugalah yang menjadi impiannya, menjadikan banyak wirausahawan yang mandiri lewat lembaga dan komunitas dimana dia aktif sebagai pengurusnya, dia tidak takut disaingi karena dia tidak merasa menjadi pesaing....rejeki orang masing masing, begitu mottonya. Terimakasih Tuhan aku mengenalnya, dan biarlah dia jadi berkat bagi banyak orang dengan caranya. Salut.....buat Alween Ong

    Bu Juliana Silalahi
  • Baru pertama x ny ke narsis digital...
    Awal liat dr lantai 1 tmptny da jd point of interest aja kak, trs seneng duduk di bangku yg disediakan disna smbil baca2 tulisan didinding ny adem, bnyk pelajaran dsna. Islami sekali.. Kakak2 dsna juga ramah... Apalagi td ada kk yg ramaaaah x, lupa nanya namanya kak, yg pertama kk yg agak sedikit tomboy n satu lg kk kk itu enggak pkk bj team narsis, dia meladeni dni dengan sangat baik n ramah ^_^
    Hasil puzzle ny jg bgs... Seneng dengan hasil nya kak. Jd tertatik jd member. Insyaallah nnt dni ksna lg n dftr lgsg jd member narsis heheheh....
    N smg nnt bs ktmu dgn kk n cerita bnyk ma kk....
    Mkin kagum ama ownernya
    Ini hasil cetakan puzzle ny kak...
    Awalny dni bwt ukuran 20x20 ternyata puzzlenya 20x15 klo g slh, untungny dni bw file mentahny, trs kk yg enggak pkk bj team ngasi solusi klo font ny digeser n dibesarin heheheh... Jdny begini, n memuaskan...
    Mksh bwt team narsis digital ^_^

    Andini Fitri Lubis
  • Narsis Mantap ^_^

    Nayla
  • Narsis Bagus Produknya keren-keren dan pastinya gak mengecewakan

    Kiki
Cek Ongkir
Propinsi
Kabupaten
Kecamatan
Berat Gram
LIVE FEED
    Please Like Us

    ORDER TRACKER

    Nomor Order:
    Email:
    Cek Order
    Cetak, Print, Sablon, Bordir, Souvenir, Promosi, Satuan | Narsis Digital Printing Medan © 2019. Alcompany Indonesia
    Mobile Site